Peluang dan Tantangan Sektor Agroindustri di Era New Normal Life

Akademik Data Info Kita Pelatihan Pengumuman Promosi

Agroindustri merupakan sektor yang menjadi fokus pemerintah karena berperan pokok dalam memenuhi hajat hidup orang banyak. Selain itu sektor ini merupakan penghasil komoditi ekspor unggulan dan memberikan sumbangan devisa yang besar bagi Negara. Pemerintah lewat kementrian pertanian telah banyak melakukan riset di LIPI dan perguruan tinggi, inovasi, adopsi teknologi dan kolaborasi baik dengan Negara-Negara sahabat, perusahaan serta institusi lainnya.

Harapannya kedepan dapat meningkatkan dan mengembangkan produksi serta pengolahan hasil bahkan sampai pada strategi pemasarannya dan peningkatan kualitas SDM. Namun pada saat realisasi program munculah pandemi Covid-19 yang merubah tatanan hidup masyarakat dunia.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan hal ini dan sampailah pada rencana penerapan kehidupan normal baru atau New Normal Life yang merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

Pada era new normal life pastinya merupakan hal yang baru dan menjadi tantangan sekaligus peluang disektor Agroindustri, yang menjadi tantangan adalah tatanan kehidupan baru yang merubah pola kehidupan masyarakat yang sangat berbeda dari kehidupan biasanya yakni harus menerapkan pola hidup sesuai dengan protokol kesehatan, harus menerapkan social distancing dan physical distancing dengan seterusnya.

Hal ini sangat berbeda dengan kebiasaan di sektor agroindustri yang menuntut banyak orang dalam sebuah pekerjaan. Maka dari itu ini menjadi tantangan sekaligus menuntut para generasi millenial untuk ikut berpartisipasi. Tantangan tersebut bisa dijawab dengan efisiensi teknologi pada betbagai bidang. Sebagai contoh di bidang pertanian bisa menggunakan mesin yang dapat menghemat tenaga kerja dan bisa efisien dari segi waktu, pada bidang peternakan bisa menerapkan pola komputerisasi dalam proses produksi serta pengolahan produk bisa dilakukan dengan mesin dan pemasaran bisa dilakukan dengan sistem online bekerja sama dengan perusahaan star up yg bergerak dibidang jasa. Lalu bagaimana dengan nasib petani dan peternak tradisional ?. Nasib mereka bisa dibantu oleh pemerintah lewat kolaborasi kerjasama dengan perusahaan besar supaya bisa menyerap produk yang mereka hasilkan.

sumber : http://mercubuana-yogya.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.